NHW #5 BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR
Di nhw #5 kali ini, kita di minta untuk membuat Design pembelajaran.
Klo menurut Wikipedia,
Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.
Dengan melihat definisi di atas, bisa saya artikan, bahwa saya harus membuat / menyusun metode belajar, saat membersamai anak anak, yang sesuai dengan jurusan yang telah saya pilih di Universitas Kehidupan ini.
Dari kecil, saya sudah hobi membaca, walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Maklum tinggal di kampung yang emak dan bapak hari harinya sibuk di sawah, ladang, dan kebun. Saat SD dan SMP, hampir semua buku buku di perpustakaan sekolah sudah saya baca, saya juga senang mendengarkan radio. Acara favorit saya yang rutin saya stel, acara bada subuh. Saya masih ingat nama st radionya, yaitu pramudia FM, acara bada subuh itu memperdengarkan kisah kisah para nabi dan rasul dan para sahabat. Mungkin disitu secara tidak langsung, menanamkan akidah yang kuat di dalam pikiran saya. Dan saya jadi terfikirkan, Mungkin ini bisa saya jadikan uslub kepada anak anak saya sekarang ini, yaitu dengan metode berkisah.
Di Institut Ibu Profesional kali ini saya di minta untuk belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala saya sendiri, diukur dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan “exit procedure” andaikata di tengah perjalanan ternyata mau ganti haluan. Exit procedure itu sendiri adalah konsep tentang "aturan menyerah/ menyudahi" atas ilmu dan pekerjaan yang sedang kita tekuni. Kita sendiri yang menentukan. Mengapa dan bagaimana menyudahi nya.
Dan Sebagai orang Tua yang hidup di akhir zaman, mendidik anak jaman now itu benar benar luar biasa tantangannya. Makalah wajar sabda nabi yang mulia Muhammad SAW, nanti di akhir zaman, umat ku yang tetap memegang teguh keislaman nya, bagaikan memegang bara api. Agar bara api itu tetap di pegang kuat oleh anak anak, maka saya harus mendidik mereka agar tangguh memegang aqidah nya, tidak mudah larut dalam pergaulan yang saat ini nauzubillah, suma nauzubillah. Biar lah anak anak saya di bilang kuper atau apalah, yang penting mereka selamat dari pergaulan yang tidak benar.
Alhamdulillah di Institut Ibu Profesional selalu di ajarkan untuk always foolish and hungry. Tidak pernah puas dengan ilmu yang ada. Merasa banyak yang belum di ketahui di Universitas Kehidupan ini. Alhamdulillah saya di pertemuan kan dengan komunitas ini, hal tersebut sangat membantu saya untuk menata kembali Hidup saya agar memperbaiki diri dan memantaskan diri.
Akhirnya, Saya putuskan untuk Menyusun Kurikulum untuk diri saya sendiri terlebih dahulu sebelum menyusun Kurikulum untuk anak-anak saya. Bagaimanapun juga, saya harus memantaskan diri menjadi orangtua sholeh, sebelum meminta anak menjadi sholeh. Dimana ada ibu yang bahagia, disitu lah ada anak anak yang bahagia. Betul apa betul?? 😁😁
Bismillaah ... 😊😊
Bogor,, 23 februari 2018
Yuni Uminya Syamil Fatima Ghazi
#NHW #5
#Kuliah Matrikulasi Batch #5
#Belajar Bagaimana caranya Belajar