Kamis, 22 Februari 2018

Katanya ini nhw #5 lho...

NHW #5    BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR 

Di nhw #5 kali ini, kita di minta untuk membuat Design pembelajaran.
Klo menurut Wikipedia,
Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. 

Dengan melihat definisi di atas, bisa saya artikan, bahwa saya harus membuat / menyusun metode belajar, saat membersamai anak anak, yang sesuai dengan jurusan yang telah saya pilih di Universitas Kehidupan ini.

Dari kecil, saya sudah hobi membaca, walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Maklum tinggal di kampung yang emak dan bapak hari harinya sibuk di sawah,  ladang, dan kebun. Saat SD dan SMP, hampir semua buku buku di perpustakaan sekolah sudah saya baca, saya juga senang mendengarkan radio. Acara favorit saya yang rutin saya stel, acara bada subuh. Saya masih ingat nama st radionya, yaitu pramudia FM, acara bada subuh itu memperdengarkan kisah kisah para nabi dan rasul dan para sahabat. Mungkin disitu secara tidak langsung, menanamkan akidah yang kuat di dalam pikiran saya. Dan saya jadi terfikirkan, Mungkin ini bisa saya jadikan uslub kepada anak anak saya sekarang ini, yaitu dengan metode berkisah.

Di Institut Ibu Profesional kali ini saya di minta untuk belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala saya sendiri, diukur dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan “exit procedure” andaikata di tengah perjalanan ternyata mau ganti haluan. Exit procedure itu sendiri adalah konsep tentang "aturan menyerah/ menyudahi" atas ilmu dan pekerjaan yang sedang kita tekuni. Kita sendiri yang menentukan. Mengapa dan bagaimana menyudahi nya.

Dan Sebagai orang Tua yang hidup di akhir zaman, mendidik anak jaman now itu benar benar luar biasa tantangannya. Makalah wajar sabda nabi yang mulia Muhammad SAW, nanti di akhir zaman, umat ku yang tetap memegang teguh keislaman nya, bagaikan memegang bara api. Agar bara api itu tetap di pegang kuat oleh anak anak, maka saya harus mendidik mereka agar tangguh memegang aqidah nya, tidak mudah larut dalam pergaulan yang saat ini nauzubillah, suma nauzubillah. Biar lah anak anak saya di bilang kuper atau apalah, yang penting mereka selamat dari pergaulan yang tidak  benar.

Alhamdulillah di Institut Ibu Profesional selalu di ajarkan untuk always foolish and hungry. Tidak pernah puas dengan ilmu yang ada. Merasa banyak yang belum di ketahui di Universitas Kehidupan ini. Alhamdulillah saya di pertemuan kan dengan komunitas ini, hal tersebut sangat membantu saya untuk menata kembali Hidup saya agar memperbaiki diri dan memantaskan diri.

Akhirnya, Saya putuskan untuk Menyusun Kurikulum untuk diri saya sendiri terlebih dahulu sebelum menyusun Kurikulum untuk anak-anak saya. Bagaimanapun juga,  saya harus memantaskan diri menjadi orangtua sholeh, sebelum meminta anak menjadi sholeh. Dimana ada ibu yang bahagia, disitu lah ada anak anak yang bahagia. Betul apa betul?? 😁😁
Bismillaah ... 😊😊

Bogor,, 23 februari 2018

Yuni Uminya Syamil Fatima Ghazi

#NHW #5
#Kuliah Matrikulasi Batch #5
#Belajar Bagaimana caranya Belajar


Minggu, 04 Februari 2018

Katanya ini nhw #2 matrikulasi

Assalamualaikum wrwb

Lagi lagi untuk nhw, saya ngerjain nya saat saat injury time. Dikumpulkan sebelum jam 8 pagi booo... Dan ini sudah jam 5, wkwkwk Hehehe ga tau nih, sepertinya ada mainseat yang perlu di rubah.  #tepokjidat

Untuk tugas NHW #2 sekarang ini diminta untuk menceklist indikator apa saja yang menunjukkan kita sebagai ibu profesional. Dan hal tersebut di bagi 3. Yaitu sebagai individu, istri, dan ibu.

Kita di minta untuk bertanya kepada suami dan anak anak, menurut mereka idealnya saya itu seperti apa. Klo anak anak sih pas sy tanyain jawabnya yang bolehin jajan apa aja. Hahahaha hadeeehhh apa di mata mereka sy itu makmak bawel yang hobi ngelarang larang ya.... 😅😅
Nahhhh, yang berat jawaban suami nih, pas sy tanyakan, istri yang ideal itu seperti apa, Jawab nya "Bagi abi sih sederhana aja : seorang istri harus
Iman n taqwa kepada Allah,
Taat n hormat sama suami,
Amanah, keibuan (tnggung jwb n dapat mengatur anak2),partner bg suami yg saling mensupport bukan menuntut, saling memahami bkn menghakimi.  Wallahu a'lam"
Garuk Garuk kepala lahhh saya baca jawabannya 🙃🙃,  akhirnya saya hanya balas dengan tulisan "ok notes" 😁😁😁😁

Nah akhirnya, ini yang baru sy pikirkan untuk tugas cheklist (maklum lah, dadakan 😀😀)

CHECKLIST INDIKATOR IBU PROFESIONAL
Peran Target Yang Akan di capai:
1. Individu
a.Aspek ruhiyah
-buat sebagai habit untuk tilawah, shalat dhuha, tahajud, shalat fajar dan amalan sunah yang lain
-shadaqoh mal
-terampil senyum trampil bahagia

b.Aspek Fikriyah
- halaqah
- dirosah fardiyah
- tatabu berita
-menulis opini di media
   - mengisi halaqah

c.Aspek Jasadiyah
- olahraga
  - perbanyak minum air putih
  -  perawatan

2. Sebagai istri
- Mencatat dan mengelola jatah bulanan
- dandan dan tampil wangi depan suami
- Mijitin suami setiap pulang kerja

3.  Sebagai ibu
- memasak makanan kesukaan
- mengurangi jajan anak anak
- membersamai anak
- mengoptimalkan 1821
- menjadi orang tua pembelajar

Itu saja dulu mungkin ya... Ga usah banyak banyak dulu lah, yang penting Istiqomah 😁😁

Berikut penjabaran dari target target saya tersebut diatas.
1. Untuk individu, alhamdulillah untuk segi ruhiyah, sy gunakan app 'loop habit tracker',  fungsinya sih untuk mengingatkan akan kebiasaan kebiasaan yang sudah kita tuliskan. Saya juga mengikuti kelas bahasa arab online, di tamyiz online, dan belajar menghafal hadist via online juga di ToFay (masih punya nya tamyiz juga). Dan Karena saya itu tipe orang yang butuh paksaan, jadi untuk pembiasaan tilawah nya, saya gabung di OdojKotaBogor.
Untuk shadaqah, sy sudah ada beberapa titik yang sudah rutin tiap bulannya. Yang agak agak susah itu yang terakhir, terampil senyum. Hahahaha klo Parenting yang pernah sy ikutin, yang pengisi nya bu dini, terampil senyum itu hukumnya wajib, jadi walaupun kita sedang badmood ky gimana juga, senyumin aja. InsyaAllah ada jalan keluarnya. Ya deh lahhh ya.. 

Next, untuk aspek fikriyah, alhamdulillah wa syukurillah, untuk halaqah itu adalah agenda wajib, karena itu adalah tempat kita untuk talabul ilmi, mengkaji dan mempelajari apa apa yang di perintahkan dan apa apa yang dilarang oleh Allah.  Untuk dirosah fardiyah, sy mengazam kan minimal katam baca buku sebulan sekali. Maklum lahhh agak malas malasan klo soal baca. Pas sy bertanya, klo pke ebook boleh ga, boleh boleh aja sih, tapi feel nya beda antara buku digital dg real book. Untuk tatabu berita, itu adalah modal saya untuk mengirimkan tulisan ke media. Walaupun ya baru sebatas menulis di surat pembaca, hehehehe disana kita memberikan opini dengan islam sebagai solusi, agar umat ngehhh islam punya lhoo solusi nya dengan banyaknya problematika umat saat ini. Untuk mengisi halaqah, yang saya tekan kan saat mengisi, kita disini sama sama belajar.

Sudah itu saja dulu dehh, sy harus buru buru bikin sarapan buat anak anak dan paksu. Nanti klo ada waktu sy Tambahin lagi. Hehehe masih banyak yang belum di jabarkan. Tetap semangat menjadi ibu pembelajar itu pasti, karna anak anak kita bukan robot. Dan ilmu pengasuhan itu perlu dan penting untuk modal mendidik anak anak kita. Calon generasi penakluk kota Roma.

Wassalamuallaikum wrwb.
Love,

Yuni Uminya Syamil Fatima Ghazi

#nhw #2
#kuliahmatrikulasi batch#5
#menjadiibukebanggaankeluarga