Jika landasan pernikahan adalah seks, maka bersiap-siaplah engkau akan kerap bertengkar jika layanan di kamar tidur tidak lagi memuaskan.
.
Jika landasan pernikahan adalah harta, maka bersiap-siaplah ketika engkau bercerai jika jatuh miskin.
.
Jika landasan pernikahan adalah karena tubuh (fisik, kecantikan, ketampanan), maka bersiap-siaplah berpisah saat tiba-tiba rambut beruban memutih, wajah berkerut tak lagi mulus atau badan sudah menjadi gendut membuncit.
.
Jika landasan pernikahan adalah anak, maka bersiap-siaplah pasangan kita akan mencari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tak kunjung hadir.
.
Jika landasan pernikahan adalah kepribadian, maka bersiap-siaplah pasangan akan lari jika kita berubah tingkah lakunya.
.
Jika landasan pernikahan adalah cinta sesama manusia, maka hati manusia itu tak menentu mudah terpikat pada hal-hal yang lebih menarik hati, manusia yang dicintai pun pasti akan mati.
.
Namun, Jika landasan pernikahan adalah karena iman kepada Allah dan menikah dalam rangka beribadah kepada Allah. Maka tak ada alasan apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga.
.
Kesetiaan tidak hanya semasa hidup, bahkan saat salah satu pasangan telah wafat, akan tetap saling mendoakan dan merindu karena Allah. Hanya kedurhakaan kepada Allah lah yang mampu memisahkannya.
.
Semoga kita mampu Istiqomah dan dikuatkan Allah dalam meniti jalan lurus ini. Aamiin
.
.
💌 Oleh : Ustadz Salim A. Fillah