Rabu, 21 Agustus 2019

Bahaya Fatherless

---
BAHAYA FATHERLESS
Oleh: M. Iwan Januar
---

Apa enaknya yang dilakukan para ayah di setiap weekend? Cek email kantor? Cek milis? Twitter? Main futsal atau bersepeda? Lupakanlah sejenak urusan kantor dan hobi pribadi. Ada hal penting yang harus ditengok para ayah; anak-anak kita.

Jujur, masih banyak ayah yang masih hidup dengan pola klasik; anak adalah urusan ibunya. Ini serius. Banyak ayah yang berpikir dunia lelaki adalah pekerjaan dan hobi. Hari-hari kerja dihabiskan untuk bekerja, meningkatkan eksistensi diri di dunia karir, waktu senggang diisi untuk menuntaskan hobi.

Ada pria yang setiap kali pulang kantor tidak langsung pulang kandang, tapi mampir dulu ke tempat hobi. Hang out dengan kawan-kawan, atau menendang bola di lapangan futsal. Banyak orang yang hampir setiap malam menghabiskan waktu untuk itu.

Weekend? Kalau tidak tidur sepanjang hari, ada juga yang menjajal stamina dengan bersepeda. Naik gunung, turun gunung, atau berkeliling kota. Kring, kring.

Lupakah kita bahwa ada buah hati di sekeliling kita? Anak-anak kita bukan robot yang tak butuh perhatian. Juga bukan mahluk yang hanya kenal ibunya. Mereka juga tahu siapa ayahnya. Dan anak-anak juga membutuhkan perhatian dari ayah mereka.

Para ayah, mengasuh anak bukanlah pekerjaan banci. Juga bukan berarti pria jadi lemah. Mengasuh anak adalah kewajiban yang Allah amanahkan kepada kedua orangtua; ayah dan ibu. Yang membuat anak-anak menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi, atau ahli surga, bukan saja ibunya, tapi keduanya. Bukankah kita sudah sering mendengar pesan Nabi saw. berikut ini:
“Tidaklah setiap anak dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi dan Nasrani. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?” (HR. Imam Bukhari).

Coba siapa yang disebut oleh Nabi dalam hadits di atas? Kedua orang tuanya; ayah dan bundanya.

Di AS, sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk kepada anak akibat kurangnya peran dan perhatian ayah kepada mereka (fatherless). Mengerikan. Di antaranya bisa disimak di bawah ini:

63% of youth suicides are from fatherless homes (US Dept. Of Health/Census) – 5 times the average.
90% of all homeless and runaway children are from fatherless homes – 32 times the average. 85% of all children who show behavior disorders come from fatherless homes – 20 times the average.  (Center for Disease Control)
80% of rapists with anger problems come from fatherless homes –14 times the average.  (Justice & Behavior, Vol 14, p. 403-26). 71% of all high school dropouts come from fatherless homes – 9 times the average. (National Principals Association Report).

Anda merasa ngeri? Harus. So, luangkanlah waktu untuk berkumpul dengan buah hati kita. singkirkan ego kita. Lihat dan bercandalah dengan mereka. Didik mereka agar menjadi insan bertakwa yang cinta kepada Allah dan kedua orang tuanya. Saya percaya bila setiap ayah mau terlibat dalam mengedukasi anak-anak mereka, kita bisa mengurangi resiko anak-anak bermasalah di negeri ini.

---

Fitrah Seksualitas

Fitrah Seksualitas
Oleh : Harry Santosa
.
Punya suami yang kasar? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.

Punya suami yang "sangat tergantung" pada istrinya? Bingung membuat misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.

Kok sebegitunya?

Ya karena sosok ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna. Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, boarding school dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.

Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, sosok ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.

Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki"

Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.

Hati hati memasukkan anak kita ke PAUD yang gurunya tidak sepasang, karena bisa mengganggu keseimbangan emosional dan rasional. Anak lelaki yang gurunya lebih banyak perempuan berpotensi "melambai", sementara anak perempuan gurunya lebih banyak lelaki cenderung tomboy dsbnya.

Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.

Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, bermain dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.

Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.

Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.

Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.

Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.

Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.

Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.

Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis,  maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki dewasa atau suami yang kasar, egois dsbnya.

Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.

Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.

Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita.  Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.

Salam Pendidikan Peradaban

Selasa, 20 Agustus 2019

Perempuan Korban Kapitalisme

#AnalisisOpini

LGBT di Yogyakarta, Histori hingga Eksistensi

Oleh: Puspita  Satyawati 
(Pemerhati sosial keagamaan, founder Majelis Qonitaat Sleman, DIY)

MuslimahNews, ANALISIS — LGBT kian diakui. Penghargaan yang diterima oleh pemimpin Pesantren Waria Al Fatah, Yogyakarta setidaknya menunjukkan hal ini. Dinilai telah memperjuangkan kaum waria dalam mendapatkan hak beribadah, Shinta Ratri bakal terbang ke Irlandia Oktober mendatang.

Ia akan menerima penghargaan dari Front Line Defenders, salah satu organisasi internasional bagi perlindungan HAM. Juga memperoleh program Save and Security berupa bantuan dana sebesar 6500 Euro atau sekitar Rp 100 juta.

Meski keberadaan ponpes waria ini pernah ditolak sejumlah elemen umat Islam, tapi kini aktivitasnya berjalan seperti biasa. Bahkan jumlah waria yang bergabung bertambah.

Dulu hanya beranggotakan 20 orang. Sekarang santri waria ada 42 orang dengan berbagai latar belakang. Dari karyawan salon, pelayan toko, penjual sayur, pekerja LSM, dan lain sebagainya.

Tak terlalu mengherankan jika satu-satunya ponpes waria di dunia ini lahir di Kota Yogyakarta. Bergelar the city of tolerance, Yogyakarta adalah muara bertemunya berbagai jenis keshalihan sekaligus beragam ekspresi kebebasan (baca: kemaksiatan).

Budaya toleran sinkretis kental menyeruak aromanya di kota wisata ini. Bahkan Yogyakarta menyandang predikat kota terbesar kedua gay setelah Jakarta. Kaum LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki) ini mempunyai beberapa titik kumpul favorit seperti kafe, kolam renang, klub malam, hingga angkringan.

Menurut seorang transgender female to male berinisial M sekaligus pegiat LSM LGBT, ia memutuskan pindah dari Malang ke Yogyakarta untuk mendapatkan kenyamanan.

“Kalau urusannya dengan identitasku, Jogja masih menyenangkan karena dialog tentang LGBT sangat mudah dilakukan di sini,” ujar M.

/Yogyakarta dan Histori Eksistensi LGBT/

Secara historis, Yogyakarta sarat dengan upaya mengeksiskan “Kaum Pelangi” ini. Pada tahun 1985 terbentuk Persaudaraan Gay Yogyakarta yang pada tahun 1988 diganti dengan IGS (Indonesian Gay Society).

Tahun 1993 Kongres Lesbian dan Gay Indonesia digelar di Kaliurang, Sleman, dihadiri sekitar 40 peserta dari Jakarta hingga Ujung Pandang. Menghasilkan enam butir ideologi pergerakan gay dan lesbian di Indonesia. Tahun 2000 ada Deklarasi Hari Solidaritas Gay dan Lesbian Nasional.

Dari Yogyakarta jugalah tahun 2006 lahir The Yogyakarta Principles (Prinsip-prinsip Yogyakarta). Sebuah rumusan terkait hak-hak yang harus dipenuhi negara kepada masyarakat tanpa memandang perbedaan orientasi seksual/identitas gender mengingat masih banyaknya kekerasan dan diskriminasi menimpa LGBT. Rumusan ini diadopsi oleh The United Nations General Assembly pada 13 Desember 2008.

Eksisnya pelaku LGBT di Yogyakarta tak lepas dari dukungan sejumlah komunitas dan LSM. Sebagaimana pola pendampingan di ponpes waria, advokasi yang dilakukan berbagai komunitas ini tidak berupaya menyadarkan pelaku terhadap penyimpangan perilaku seksual mereka dan diajak kembali ke fitrah.

Justru memelihara penyimpangan tersebut sebagai “takdir Allah” dan mendorong tampil di publik dengan percaya diri. Bahkan diapresiasi sebagai sesuatu yang unik dan membanggakan.

Media sosial juga dimanfaatkan pelaku LGBT sebagai sarana interaksi sekaligus mencari atau menawarkan diri menjadi teman kencan. Terdapat beberapa akun grup Facebook (FB) gay Yogyakarta maupun waria Yogyakarta, baik bersifat tertutup maupun publik beranggotakan ratusan hingga seribuan orang.

/LGBT dalam Konstelasi Internasional/

Maraknya LGBT di Yogyakarta tentu tak lepas dari konstelasi LGBT Indonesia dan dunia. Hingga akhir 2013, LGBT di Indonesia digerakkan oleh dua jaringan nasional yang menaungi 119 organisasi di 28 provinsi. Aktif di berbagai bidang kemasyarakatan seperti kesehatan, publikasi, dan sosial pendidikan.

Semakin percaya dirinya mereka tampil di publik karena di abad 21 ini, LGBT tak lagi sebatas aktivitas individual dan semacam komunitas sosial, mereka menjelma sebagai gerakan politik. Hal itu karena kelompok ini didukung penuh oleh Amerika Serikat negara super power yang telah melegalkan pernikahan sejenis pada tahun 2015. Menyusul dua puluhan negara Barat lainnya.

Rasa jumawa mereka bertambah karena PBB melindungi dan mengakui hak-hak mereka dalam UN Declaration on Sexual Orientation and Gender Identity pada Desember 2008.

Lembaga internasional ini juga mengeluarkan seruan menanggulangi diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender pada April 2011 sebagai wujud komitmen menentang segala jenis diskriminasi terhadap pelaku LGBT. Sekaligus memantau negara-negara dalam melindungi LGBT dan menyerukannya mencabut Undang-undang dan kebijakan diskriminatif.

Perusahaan raksasa internasional juga mendukung LGBT seperti Starbucks dan FB. Tak heran, akun FB berkonten penolakan terhadap LGBT kerap dihapus berdalih penerapan standar komunitas untuk tidak menyerang orang atau kelompok yang berbeda ras, agama, suku, termasuk berbeda orientasi seksual.

/LGBT Subur dalam Sistem Sekular Liberalis/

Masifnya dukungan terhadap LGBT telah membuka kran penyebaran idenya secara liar. Pelaku dan korban kian banyak. Ratusan pelajar di Tulungagung lakukan seks sejenis. Ribuan pelajar di Jateng terindikasi mengidap HIV/AIDS karena seks sejenis.

Padahal sejatinya LGBT bertentangan dengan syariat Islam dan mengancam peradaban. Pun eksistensi gay dan lesbian meruntuhkan institusi keluarga yang bertujuan melestarikan keturunan melalui serangan masif yang menyasar generasi.

Faktanya, pelakunya selalu berlindung di bawah ketiak Hak Asasi Manusia (HAM). Penentang LGBT sering dicap sebagai pelanggar HAM. Sebaliknya, pelaku dan pendukungnya disebut sebagai pembela HAM.

HAM merupakan ide yang muncul dari prinsip hidup sekularisme liberal. Dalam masyarakat sekular, seseorang bebas berperilaku termasuk dalam melampiaskan hasrat seksual. Dengan siapapun dan cara apapun. Jelas saja pergerakan LGBT sangat berbahaya bagi masa depan negeri ini. Jika perilaku menyimpang ini kian berkembang, siapkah kita menerima peringatan-Nya berupa bencana dan malapetaka? Sebagaimana yang pernah Allah SWT timpakan kepada kaumnya Nabi Luth ‘alaihissalam.

Perlawanan terhadap perilaku LGBT tak bisa secara total jika kita masih mempertahankan sekularisme berikut segenap ide turunannya. Justru inilah ladang subur berkembang biaknya LGBT. Maka, tak ada solusi mendasar kecuali kembali kepada sistem hidup Islam. Insyaa Allah, manusia akan senantiasa terjaga fitrah kemanusiaannya.[]

Senin, 19 Agustus 2019

Ketika anak bertanya


Hari ini adalah manggung nya kelompok 10. Kelompok terakhir di game level 11. Berikut resume presentasi kelompok 10:

contoh pertanyaan anak seputar seksualitas dan jawabannya :

1.
Q: "Adek bayi keluarnya dari mana?"
A: "Adek bayi keluar lewat jalan lahir, lubang di antara tempat pipis dan tempat pup Mama sayang, namanya vagina. Ada juga adek bayi yang keluarnya lewat perut. Perut dioperasi (dibuka sedikit lalu ditutup lagi)."

2.
Q : "Kenapa dada Mama besar dan dada adek kecil?"
A : Jika yang bertanya anak laki-laki "Sayang, dada Mama besar karena Mama perempuan yang sudah 30 tahun usianya, adek kan laki-laki jadi dadanya kecil."
Jika yang bertanya anak perempuan "Sayang, dada Mama besar karena usia Mama sudah 30 tahun, usia adek kan masih 7 tahun, nanti kalau sudah seusia Mama adek juga akan seperti Mama."

Tambahan : "Allah ciptakan dada perempuan besar untuk memberi makan adek bayi sayang lewat air susu dari payudara (dada) Mama. Lewat air susu itu, adek bayi jadi ga haus dan ga lapar. Allah baik ya sayang."

3 .
Q : "Kenapa orang dewasa ciuman?"
A : Analisa dulu si anak melihat adegan ciuman itu dimana dan kapan. Apakah karena melihat orang tuanya atau di jalanan/lingkungan sekitar atau di tv. Jawaban itu akan memberikan gambaran kedepan untuk menutup akses supaya anak tidak melihat hal yang demikian lagi.

"Sayang, ciuman adalah tanda cinta orang yang sudah menikah tapi tidak boleh dilakukan di tempat umum dan tidak boleh dilihat orang lain. Kalau belum menikah tidak boleh ciuman. Begitupun jika adek lihat orang ciuman juga tidak boleh. Harus menundukkan pandangan."

4.
Q: "Banci itu apa?"
A: "Banci itu laki-laki, tapi senang memakai pakaian perempuan. Kita tidak boleh seperti itu sayang. Kalau laki-laki ya harus pakai pakaian laki-laki, kalau perempuan ya pakai pakaian perempuan."

Catatan: Bisa ditunjukkan pakaian laki-laki dan perempuan yang umum dipakai di berbagai budaya/daerah (misalnya orang Arab laki-laki memakai gamis karena budayanya demikian, bukan memakai gamis seperti gamisnya perempuan di Indonesia).

5 .
Q : "Ma, aku ingin punya adek bayi. Mama kapan hamil?"
A : "Kak, yang menciptakan adik bayi itu Allah. Allah yang menaruh adik bayinya di perut (rahim) Mama. Jadi kalau kakak mau adik bayi, yuk berdoa dulu sama Allah."

6 .
Q: "Waktu Mama Papa menikah, aku ada di mana?" (Ketika melihat foto pernikahan)
A: "Waktu Mama Papa menikah, Adek belum ada. Adek masih ada di alam ruh. Setelah Mama Papa menikah, adek dititipkan Allah di rahim Mama . Dan setelah 9 bulan, adek baru lahir ke dunia."

7 .
Q: "Sunat itu apa? Kenapa aku harus sunat?"
A: "Sunat itu dipotong ujung tititnya (kulup). Sunat itu perintah Allah. Anak laki-laki harus disunat agar tititnya bersih, tidak ada tumpukan kotoran."

#day12
#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#KuliahbundasayangIIP

Minggu, 18 Agustus 2019

Motherless

/ “Motherless” /

Oleh : Naowati, S. Kom (Pegiat Parenting)

#MuslimahNewsID -- Derasnya arus kapitalisme global saat ini telah menyeret perempuan di sektor publik atas nama pemberdayaan, ditopang dengan paradigma palsu bahwa perempuan akan memiliki “nilai” ketika memiliki harta. 

Berdasarkan data BPS, terdapat 69,4 juta usia perempuan sangat produktif dan 16, 91 juta jumlah usia produktif   wanita di Indonesia (katadata.co.id). Secara spesifik dari data BPS 2017, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sekitar 55,04%, naik dari tahun lalu. Organisasi Buruh Internasional (ILO) mencatat pertumbuhan jumlah pekerja perempuan naik tiap tahun. Tahun 2015 lalu, 38% dari 120 juta pekerja di Indonesia adalah perempuan.

Bagaimana dengan kemiskinan? Tahun 2017, Asian Development bank mencatat 10,9% populasi hidup dibawah garis kemiskinan nasional. Dari 100 bayi yang lahir, 23 diantaranya meninggal sebelum berusia 1 tahun. Jika menggunakan standar Islam dengan kecukupan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan, tentu angka diatas akan semakin bertambah. Ternyata tingginya angkatan kerja perempuan tidak lantas mengangkat keatas garis kemiskinan.

Saat ini, secara umum, hampir seluruh lini sudah dimasuki oleh perempuan. Pekerja kantor, menteri, pedagang, bahkan pekerjaan yang notabene dilakukan oleh pria, seperti atlet angkat besi, sepakbola dan lainny. Yang lebih miris, saat ini ada pergeseran paradigma, bukan lagi sekedar merambah pekerjaan lelaki, tapi bahkan berganti kelamin menjadi lelaki itu sendiri! Naudzubillah..

Ditengah ramainya berbagai peran di atas, yang kadang mencatut nama “Kartini” untuk melegalkan masuknya para perempuan ke ranah laki-laki, ada peran yang sedikit demi sedikit semakin tergerus dari perempuan, termasuk para ibu. Yah..peran sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Rasanya bahaya fatherless yang dikhawatirkan para pegiat parenting, saat ini juga melanda para ibu, ancaman motherless.

/ Perempuan Tumbal Kapitalisme /

Dalam pandangan kapitalis hari ini, perempuan tidak lebih sebagai alat produksi, sekedar pemuas. Lihatlah bagaimana Barat- tempat dimana ideologi ini lahir- memperlakukan perempuan. Berbagai penindasan yang terjadi di Barat memicu pemberontakan perempuan, yang menamakan diri sebagai “Woman Liberation Movement” di AS sepanjang tahun 60-70 an.

Di Inggris, Henry VIII melarang perempuan membaca injil karena dianggap najis. Tahun 586, prancis membuat konferensi untuk menjawab pertanyaan, apakah perempuan termasuk  manusia atau bukan? Kesimpulannya, perempuan adalah manusia yang diciptakan untuk melayani laki laki. Pada abad 20 tepatnya tahun 1909, Hari internasional Perempuan mencatat bahwa perempuan masih mendapat ketidakadilan, upah rendah bahkan di Inggris kebolehan memlilih nanti pada tahun 1918.

Dari perlakuan  seperti inilah yang memicu para aktivis perempuan untuk mendobrak belenggu yang ada, untuk bisa dihargai dan dihormati layaknya manusia. Sayangnya, dalam ideologi Kapitalis yang menghamba kepada materi, peran perempuan hanya dihargai ketika ia menghasilkan pundi-pundi. Jadilah perjuangan perempuan dalam rangka meraih materi di sektor publik, sampai ke level pengambil kebijakan agar memiliki bargaining position, memiliki derajat yang sama dengan laki-laki.

Berbondong-bondongnya kaum perempuan terjun di sektor publik ternyata harus dibayar mahal dengan hilanganya peran keibuan di tengah keluarga. Berapa banyak keluarga yang bisa bertahan dengan idealismenya, bekerja sambil berjibaku dengan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga? Selebihnya,  lihatlah kaum ibu yang tega membunuh anaknya, menyiksa, menjual anaknya pada predator seksual dan lain lain. Inilah efek yang tidak disadari akibat “motherless” tadi, hancurnya peran perempuan sebagai tiang negara, generasi yang jauh dari kebaikan, pada akhirnya terbentuk mata rantai ibu – anak, yang menjadi tumbal kapitalisme global.

/ Kapitalisme Mengeksploitasi Perempuan /

Terjunnya para perempuan ke sektor publik, bukanlah berlandaskan niat baik dari kapitalisme global untuk mengangkat derjat kehidupan kaum ibu, tapi lebih dari itu, agar mereka tidak kehilangan sumber pasar besar dan pekerja murah yang siap menyumbang pada kapitalisme global.

Simak pernyataan Hillary Clinton dalam sebuah konferensi di Peru pada bulan Oktober dengan judul ”Kekuasaan : Perempuan sebagai pendorong pertumbuhan dan inklusi sosial : Pembatasan partisipasi ekonomi perempuan merupakan kerugian besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan regional di setiap kawasan di Dunia di Asia Pasifik misalnya lebih dari $40 M hilang dari PDB tiap tahun. Begitu juga dengan ungkapan Nicholas Rockefeller, tujuan kesetaraan gender adalah untuk mengumpulkan pajak 50% lebih banyak dari masyarakat untuk mendukung kepentingan bisnis.

Jika penghargaan terhadap perempuan adalah dengan bekerja, maka lihatlah bagaimana dalam lingkungan pekerjaan, perempuan mendapati situasi yang tidak kondusif. Di Inggris, lebih dari 505 perempuan dilecehkan (menurut laporan tahun 2000 oleh oleh Komisi Persamaan Kesempatan), 1 diperkosa setiap 10 menit(menurut Depatemen Kehakiman AS) , dan 1 dari 5 perempuan diperkosa (menurut pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS). Artinya, tingginya angka kesetaran gender di dua negara tersebut ternyata berbanding lurus dengan tingginya angka kekerasan, diskriminasi dan pembunuhan terhadap perempuan!

Sesungguhnya keluarnya perempuan dalam rangka pemberdayan perempuan, sejatinya hanyalah mengumpulkan remah-remah materi yang sudah berada dalam penguasaan kapitalisme global dalam bentuk penghisapan dana rakyat seperti pinjaman berbasis bunga yang mencekik, privatisasi/penguasaan terhadap berbagai sumber daya alam dalam negeri, serta liberalisasi perdagangan.

Tak ada yang tersisa bagi penduduk negeri. Perempuan menjadi tumbal, menjadi buruh di negeri sendiri. Mereka juga berjudi dengan masa depan anak dengan membiarkan tumbuh tanpa adanya jalinan emosional yang kuat, serta arahan dalam bentuk didikan untuk mengenal PenciptaNya, inilah lost generation yang sesungguhnya.

/ Khatimah /

Sesungguhnya solusi klaim kemiskinan –yang sering dijadikan alasan utama kaum ibu terjun di ranah publik- bukanlah dengan keluarnya para ibu untuk menambah penghasilan. Haruslah ada political will yang kuat dari penguasa untuk mengatur kepemilikan termasuk di dalamnya berbagai tambang serta pemberlakukan mekanisme nafkah yang semestinya. Dimulai dari suami, kerabat lelaki terdekat hingga pemberian langsung oleh negara.

Tidak hanya hak nafkah yang akan didapatkan perempuan dalam naungan Khilafah Rosyidah, dengan penerapan politik ekonominya yang menjamin kebutuhan dasar setiap inidividu namun juga hak hamil, melahirkan, menyusui, mengasuh serta hak untuk berdagang, memiliki harta, waris dan lain sebagainya. Komplit!

Sesuatu yang tidak akan didapati dalam sistem hidup yang lain. Dengan ini, maka fungsi ”domestik” keibuan perempuan akan terjaga, begitu pula dengan fungsinya “publik”nya, yaitu mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan manusia serta ikut berda’wah bersama dengan kaum lelaki. Maka selubung “motherless” akan jauh dari kamus para perempuan dalam kehidupan Islam[]

——————————

Sabtu, 17 Agustus 2019

Manggung nya Kelompok 9

Bi Tema diskusi  kali ini dari kelompok 9 adalah *PERAN LINGKUNGAN DAN PERLINDUNGAN TERHADAP KEJAHATAN SEKSUAL*

A.  *PERAN KELUARGA*
Keluarga adalah lingkungan terdekat bagi seorang anak, maka keluarga terutama orangtua mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan perlindungan pada anak dari kejahatan seksual.
Dan *Inti perlindungan pada anak itu adalah pencegahan*

*Berikut adalah cara-cara pencegahan baik oleh orangtua maupun anggota keluarga lainnya*

✔Membangun hubungan yang berkualitas antara orangtua dan anak:
✔️membangun komunikasi efektif 2 arah, membangun rasa percaya pada orangtua
✔ Mengajarkan nama dan fungsi bagian tubuh dan mengajarkan anak tentang privasi bagian-bagian tubuh.
✔Memberikan pengetahuan tentang seks, gender dan reproduksi.
Seks = jenis kelamin, sifat dan ciri yang membedakan.

👫Yang perlu dipelajari:
Perubahan fisik
Perubahan psikologis
Pengenalan organ reproduksi
Perawatan organ reproduksi
Pergaulan sehat

❗Ajakan-ajakan yang dapat membahayakan:
◽Jalan-jalan berdua tanpa memberi tahu orangtua
◽Menonton film malam berdua saja atau perempuan sendiri
◽Masuk kamar berdua ketika orangtua tidak ada
◽Nongkrong dengan teman-teman sampai larut malam
◽Meraba-raba tubuh pasangan
◽Mengajak bersentuhan tubuh
◽B atuh 7erciuman secara lekat

✔Berikan anak waktu cukup sehingga anak tidak akan mencari perhatian dari
orang dewasa lain

✔ Ajarkan berkata "tidak" terhadap aksi oleh siapapun yang tidak membuat nyaman

✔ Ajarkan bagaimana melindungi diri dari kejahatan seksual:
☝🏻Tolak jika ada bujukan rayuan atau ancaman dari seseorang yang ingin melakukan sesuatu terhadap tubuhmu siapapun dia
✌🏻Laporkan.

✔Diskusi keluarga rutin tentang kejadian yang tidak nyaman dalam kehidupan anak
Dengarkan ketika njuk. ingin memberi tahu sesuatu tapi seperti sulit
✔Menskrining dengan hati-hati pengasuh/ baby sitter dan juga kekasih ibu tunggal.
✔Ketahui dengan siapa anak menghabiskan waktu. Jangan membiarkan anak
menghabiskan waktu di tempat-tempat terpecil dengan orang dewasa lain atau
anak-anak yang lebih tua.
✔Rencanakan untuk mengunjungi pengasuh anak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
✔Mendampingi Anak saat bermain Gadget dan Menonton Televisi.
✔Kenali lingkungan tempat anak bersekolah dan bermain, karena penting bagi orang tua untuk bisa mengenal dan mengetahui teman – teman dari anak dan siapa orang tuanya, demikian juga dengan guru dari anak. Hal ini sangat
penting dilakukan agar orangtua dapat berhati – hati dalam mempercayakan
anak. Karena kekerasan terhadap anak persentase terbesar adalah dilakukan
oleh orang – orang terdekat dari anak.
✔Membekali anak dengan ilmu bela diri
✔Memberi pesan-pesan pada anak untuk penjagaan diri, seperti
beritahukan anak agar:
💠Jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing.
💠Harus selalu meminta izin kepada orang tua jika akan pergi.
💠Selalu berpakaian sopan dan menutup aurat
💠Jangan berjalan sendirian ditempat yang sepi
💠Jangan berpisah dari kelompok
💠Tidak boleh tidur bersama orang tua
💠Mengunci kamar tidur saat berada didalamnya
💠Mengganti baju pada tempat yang aman dan terlindungi.

😁:-$atakan pada anak agar berteriak atau ko jika merasa terancam oleh orang yang tak dikenal.

*dan yang paling utama adalah*

✔Menanamkan nilai-nilai agama secara holistik.

🙏🏻Memohon perlindungan  kepada sang penjaga, dialah Allah swt yang mampu menjaga 24 jam dalam semua aktivitas anak.

🙏🏻Ajari anak untuk berdoa penjagaan setiap akan melakukan aktivitas

🙏🏻Berkisah tentang kisah-kisah orang yang menjaga kesucian dirinya, misal kisah nabi Yusuf dan nabi Luth
[17/8 10.53] +62 853-2090-0394: Untuk mencegah the next emon, bukan hanya peran keluarga saja yang penting. Ada peran lingkungan dan peran sekolah juga
[17/8 10.55] +62 853-2090-0394: Sekolah mengemban amanah dari orangtua. Maka selama di sekolah, sekolah menjadi pengganti orang tua dalam menilai sikap dan perilaku anak. Jangan sampe ya di rumah aman di sekolah kejadian mit amit deh.

Sekolah dan orangtua harus kerjasama menjalin komunikasi, belajar bareng tentang edukasi seks.
[17/8 11.02] +62 853-2090-0394: Selain itu lingkungan juga harus melindungi. Beri sanksi sosial pada pelaku supaya ada efek jera.

Tapi seperti yg sudah disampaikan di awal PENCEGAHAN ADALAH KUNCI karena korban berpotensi menjadi pelaku

Program pencegahannya banyak ya bu :
1. Desa bebas pornografi
2. Pengawasan

Masih ingat kan pasutri yang melakukan HB didepan anak anak menarik bayaran?

3. Lingkungan ramah anak

Sekarang susah ya bu cari lingkungan ramah anak. Dulu anak main di lapang orangtua tenang. Kini anak anak bermain di sela sela gang sempit yang sulit untuk memantau. Padahal ruang terbuka penting untuk anak
[17/8 11.05] +62 812-2858-1040: Baik bagaimana peran pemerintah dan lembaga-lembaga di bawahnya, yuk dengarkan penuturan mbak Fany. Yuk Mbak...
[17/8 11.07] Ahad 3 Fany: ✔Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

✔KPAI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 77 tahun 2003 tentang KPAI oleh Presiden Megawati
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190718193500-20-413403/malam-anugerah-2019-kpai-undang-megawati-dan-sby

✔ Presiden SBY pada 11 Juni 2014 mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2014 tentang GN AKSA. Inpres tersebut ditujukan kepada para menteri, jaksa agung, kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, para kepala lembaga pemerintah nonkementerian, para gubernur, dan para bupati/wali kota. Inpres GN-Aksa secara khusus memerintahkan Kemenko Kesra untuk mengoordinasi pembuatan kebijakan, penyelenggaraan evaluasi, dan penyampaian laporan kepada Presiden setiap tiga bulan sekali atau sewaktu-waktu dibutuhkan.

https://m.republika.co.id/amp/n73gwe

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://jdih.surabaya.go.id/pdfdoc/inpres_5.pdf&ved=2ahUKEwjcgJLGnYTkAhXD4HMBHUwfAuwQFjAJegQIAhAB&usg=AOvVaw2-auloNWFXz21M0rq7Rx-A

✔tahun 2015, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menganggap GN AKSA telah mati dini, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah inpres tersebut dikeluarkan pada masa-masa terakhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga terjadi keterputusan kebijakan dan pemantauan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Atau, bisa pula karena kini tidak ada lagi Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra). Walau di kabinet Presiden Jokowi ada kementerian pengganti yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan, seolah tetap ada tugas-tugas Kemenko Kesra yang tercecer saat ”pindah” ke Kemenko PMK
https://nasional.sindonews.com/read/1017084/18/engeline-dan-mati-dini-gn-aksa-1435287032

✔ 20 Januari 2016 KPAI mengusulkan perluasan cakupan Inpres GN AKSA (Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak) yang hanya mengatur kejahatan seksual, menjadi Gerakan Nasional Perlindungan Anak (GNPA) sebagai gerakan nasional di bawah koordinasi langsung presiden
https://m.detik.com/news/berita/d-3123296/kpai-usulkan-inpres-gerakan-nasional-perlindungan-anak-ke-jokowi

✔14 Februari 2016 Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mendeklarasikan kampanye gerakan nasional anti kekerasan terhadap perempuan dan anak
https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/908/press-release-menteri-pp-dan-pa-deklarasikan-gerakan-nasional-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak

✔Karena dirasa sanksi pidana yang ada kurang  memiliki efek jera dan belum mampu mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak, maka 26 Mei 2016 Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

✔UU No.23 Tahun 2002→ diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 → diubah dengan Perppu No.1 Tahun 2016

*Media menyebutnya "Perppu Kebiri"*

Di antara isinya:
Penambahan ⅓ dari ancaman pidana bagi orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama.
Tindakan kebiri kimia

https://setkab.go.id/inilah-materi-pokok-perppu-nomor-1-tahun-2016-yang-sering-disebut-perppu-kebiri/

✔Kementerian PP dan PA bersama dengan ECPAT Indonesia membangun sinergitas
dalam rangka “Menanggulangi Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata”.

✔Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sudah melakukan pemblokiran konten pornografi, namun hal itu sulit diredam.
https://m.detik.com/news/berita/d-4640789/kpai-sebut-kasus-kekerasan-seksual-anak-meningkat-akibat-pengaruh-digital
[17/8 11.34] Ahad 3 Fany: Nah jadi kesimpulannya..peran lingkungan sangat penting ya buibu...dimulai dari sekup terkecil yaitu keluarga dimana peran ayah dan ibu dalam menanamkan nilai2 moral agama sangatlah penting, jadi orang tua yang peka. Menjaga berarti mencegah.. Jaga anak kita agar bisa melindungi dirinya sendiri dan jauh dari perilaku menyimpang. Jaga lingkungan kita..tidak cuma anak kita seperti yang mba intan bilang, anak tetangga, anak siapapu .mari jaga dari kejahatan ini..

#day10
#Fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Jumat, 16 Agustus 2019

Manggung nya Kelompok 8

Hari ini jatah kelompok 8 untuk presentasi materi nya. sebenarnya ini nyambung dgn tema kelompok 7. karena saling berkaitan.  Dan Tema kelompok 8 itu adalah 'Penyimpangan seksualitas, pencegahan dan solusinya'

Kejahatan seksual merupakan bagian dari penyimpangan seksual, dan trendingnya terus naik, terutama pada anak laki2. sampai di 2017 kmrn bahkan korban pelecehan seksual pada anak laki2 lebih tinggi dibandinh perempuan

masalahnya, klo kejahatan seksual bisa dilaporkan dan dihitung... klo penyimpangan seksual "tanpa paksaan" ini sulit untuk didataaaa

pada dasarnya penyimpangan seksual itu dipengaruhi beberapa faktor, termasuk faktor dari tubuh itu sendiri
sebenarnya ada 1 jenis lagi yang dibawahnya ada sub subnya lagi
Yaitu Disfungsi seksual
yang itu sebenarnya ada kaitannya dengan organ dan juga psikis.
seperti: ejakulasi dini, dsbnya.

jadi sebenarnya penyimpangan seksual tidak murni faktor dari luar dari diri orang itu.  misal karena pengaruh lingkungan, dllnya, tapi juga ada faktor dari dalam salah satunya dari kognisi dan juga dari fisik mereka sendiri. sebagai contoh lagi, orang yang terlahir dengan alat kelamin ganda)

Terus, bagaimana Solusi dan Pencegahannya?
Ada 3 langkah:
1. Primer
Langkah primer merupakan pondasi awal. Edukasi dan layanan proteksi sesuai usia anak dimulai dari lingkungan keluarga.
2. Sekunder.
Deteksi dini kasus pada orientasi seksual anak secara dini. Misal, anak laki-laki lebih suka main boneka maka langkah yang ditempuh ganti maianan dengan mobil-mobilan. Konseling keluarga juga perlu dilakukan jika ada kelainan yang lebih banyak. Penanganan tepat pada anak yang sudah memiliki ciri-ciri fitrah seksualitasnya terganggu merupakan opsi orang tua agar lebih dekat dalam pengasuhannya.
3. Tersier
Rehabilitasi dianggap perlu jika orang tua sudah tidak mampu. Persiapkan anak mengikuti kegiatan atau komunitas yang lebih baik agar masa rehabilitas lebih baik.

#day9
#Fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Kamis, 15 Agustus 2019

Menjaga diri dari kejahatan seksual

Hari ini adalah sesi kelompok 7 untuk memaparkan materinya yang berjudul
'menjaga diri dari kejahatan seksual '

Dengan opening dari moderator nya seperti ini:
para ibu ibu pembelajar yg dirahmati Allah...
Sambil menemani makan malam hari ini..izinkan saya sedikit bercerita tentang sebuah kasus yg baru baru ini terjadi dilingkungan rumah mertua saya
Sebutlah I (usia 5 thn) mengeluhkan pipisnya sakit, kaget orang tuanya lalu ditanyakan kepada anaknya apa yg terjadi?
Ternyata hal yg mengerikan telah di alami oleh c I ini...
"Tadi aku diajak kerumah kakak B trus dirumahnya aku disuruh buka celana aku udah bilang ga mau, tapi aku dipaksa, terus om itu ngejilatin kemaluan aku..."
😭😭😭
Lindungi anak anak kami ya Rabb...
Itupun yg keluar dr mulut korban saat saya interogasi sendiri dan malah ada tambahan "aku dikasih uang 5 rb tp aku buang k got"
Yg buat sedih lagi adalah orang tua korban tidak menindaklanjuti hal tersebut karena mereka takut hanya karena kondisi ekonomi mereka yg lemah...
Kalau sudah seperti ini siapa yg harus disalahkan??? '

Baru opening saja membuat perut mules.
Di sesi pembahasan materi pun ga kalah bikin muak.
Beginilah ketika manusia sudah tidak takut lagi kepada Rabb nya.

#day8
#Fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Menjaga diri dari kejahatan seksual

Hari ini adalah sesi kelompok 7 untuk memaparkan materinya yang berjudul
'menjaga diri dari kejahatan seksual '

Dengan opening dari moderator nya seperti ini:
para ibu ibu pembelajar yg dirahmati Allah...
Sambil menemani makan malam hari ini..izinkan saya sedikit bercerita tentang sebuah kasus yg baru baru ini terjadi dilingkungan rumah mertua saya
Sebutlah I (usia 5 thn) mengeluhkan pipisnya sakit, kaget orang tuanya lalu ditanyakan kepada anaknya apa yg terjadi?
Ternyata hal yg mengerikan telah di alami oleh c I ini...
"Tadi aku diajak kerumah kakak B trus dirumahnya aku disuruh buka celana aku udah bilang ga mau, tapi aku dipaksa, terus om itu ngejilatin kemaluan aku..."
😭😭😭
Lindungi anak anak kami ya Rabb...
Itupun yg keluar dr mulut korban saat saya interogasi sendiri dan malah ada tambahan "aku dikasih uang 5 rb tp aku buang k got"
Yg buat sedih lagi adalah orang tua korban tidak menindaklanjuti hal tersebut karena mereka takut hanya karena kondisi ekonomi mereka yg lemah...
Kalau sudah seperti ini siapa yg harus disalahkan??? '

Baru opening saja membuat perut mules.
Di sesi pembahasan materi pun ga kalah bikin muak.
Beginilah ketika manusia sudah tidak takut lagi kepada Rabb nya.

#day8
#Fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Rabu, 14 Agustus 2019

📱Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas 📱

Pada jaman sekarang, kemajuan teknologi dan media digital berkembang pesat. Semua orang bisa mengakses informasi dengan gampang, cukup ada gadget dan internet, maka semua informasi dapat diakses.

Lantas, bagaimana jika gadget digunakan oleh anak usia dini??? Usia mereka tentunya belum bijak membedakan mana konten yg positif dan negatif. Kabar buruknya adalah banyak konten negatif di luar sana yg mengintai anak-anak kita.

Bagaimana cara yg bisa kita lakukan? Bekalilah diri dan anak dengan ilmu. Ada 4 ilmu yaitu:

1. Ilmu Agama
2. Ilmu Parenting
3. Ilmu Komunikasi

Salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia adalah berkomunikasi.
4. Sadar Teknologi dan Melek Media

Bagaimana pencegahan konten asusila dan negatif yang bisa orangtua lakukan :
1. Kedekatan orangtua kepada Anak
2. Jelas Tujuan Pengasuhan anak
3. Berbicara Baik-baik
4. Mengajarkan Agama
5. Persiapan Anak Masuk Pubertas
6. Persiapan Anak Masuk Era Digital

#day7
#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#institutibuprofesional
#kuliahbunsayiip

Selasa, 13 Agustus 2019

Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan


A.  Pengertian Akil
Akil adalah orang yg berakal sehat.

Kenapa?, Sebab jika akalnya tidak waras ia tidak disebut sebagai aqil. Misal, Orang gila tidak terbebani dengan hukum syariat. Selain orang gila, orang yang bodoh (tidak tahu) juga tidak dibebani dengan hukum syariat sebab ketidak tahuannya. Namun orang bodoh berkewajiban belajar untuk mencari tahu.

Umar bin Khattab pernah berpesan : "jika kalian melihat anakmu atau anak didikmu berbuat baik, maka pujilah dan catatlah. Dan apabila anakmu atau anak didikmu berbuat buruk, tegurlah dan jangan pernah engkau mencatatnya".

B. Pengertian Baligh
Baligh merupakan istilah dalam hukum Islam yang menunjukkan seseorang telah mencapai kedewasaan. "Baligh" diambil dari kata bahasa Arab yang secara bahasa memiliki arti "sampai", maksudnya "telah sampainya usia seseorang pada tahap kedewasaan".

Secara hukum Islam, seseorang dapat dikatakan baligh apabila:
mengetahui, memahami, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sertatelah mencapai usia 15 tahun ke atas dan atau sudah mengalami mimpi basah (bagi laki-laki). telah mencapai usia 9 tahun ke atas dan atau sudah mengalami "menstruasi" (bagi perempuan).
Ref : wikipedia

Dan baligh adalah batasan dimana seseorang terkena haddud taklif atau kewajiban menjalankan syariat-syariat agama seperti shalat, puasa Ramadhan, dll

C.  Ketika Aqil tertinggal Baligh

Kira kira, Lebih mudah mempersiapkan anak akil atau baligh?
Ibaratnya, jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri, maka secara biologis, dengan kuasa Allah, dia akan mencapai baligh. Namun belum tentu ia akil.
Sehingga fenomena yang saat ini banyak terjadi adalah *Sudah Baligh namun belum Akil.

Dalam kajian parenting Ustadz Salim A.Fillah, kondisi ketika akil tertinggal baligh membuat anak tumbuh menjadi *pribadi yang tidak kokoh*.
Sebagaimana yang telah tertulis dalam QS An Nisa ayat 9

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا Walyakhsyallażīna lau tarakụ min khalfihim żurriyyatan ḍi'āfan khāfụ 'alaihim falyattaqullāha walyaqụlụ qaulan sadīdā

Terjemah Arti: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka *anak-anak yang lemah*, yang mereka *khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka*. Oleh sebab itu hendaklah mereka *bertakwa* kepada Allah dan hendaklah mereka *mengucapkan perkataan yang benar*.

Pentingnya kita mempersiapkan anak anak agar mencapai akil baligh seperti yang diutarakan di ayat tersebut. Ayat ini banhak diulas dalam kaitannya waris. Namun ayat itu juga bermakna betapa tidak cukupnya warisan yang hanya berupa materi/ harta benda.

Pemahaman tauhid menjadi utama sebagai pijakan anak tumbuh menjadi pribadi kokoh.

D. 💐Mempersiapkan Akil Baligh secara bersamaan 💐

peran orang tua adalah sangat penting untuk mempersiapkan Akil  baligh secara bersamaan.
Taklif secara bahasa berarti mengharuskan atau membebankan sesuatu yang memberatkan kehendak alami manusia, atau memerintahkan sesuatu dan mengharuskan.
Orang yang mendapat taklif disebut mukallaf. (Ref.Wikipedia)

Dalam kaitannya anak, Ust Salim menyinggung wujud ketakwaan orang tua kepada anak ada empat :
1. Anak sebagai *Nikmat* yang harus disyukuri
2. Anak sebagai *Amanat* yang harus dijaga
3. Anak sebagai *Fitnah/ Ujian* yang harus disabari
4. Anak sebagai *Musuh* yang harus diwaspadai

*Maka, serahkan segala pengasuhan anak kepada Allah Ta’ala sang pemilik segalanya.*
Hal kecil, Ketika anak melakukan kewajiban contoh hapal satu juz, orang tua dengan “gagah”nya berkata “kalau hapal 30 jus, bapak dan ibu akan berangkatkan kamu umroh ya Nak”
Akan lebih baik berkata “Insya allah Abang hapal 30 juz, insya allah diberikan rezeki untuk beribadah ke tanah suci”

Kata kunci nya, memastikan anak kita akil adalah dengan penanaman tauhid dan muroqobatullah.
Seperti pendapat ulama dalam pembagian usia pendidikan anak
0 – 2 : Bayi, peka pada suara. Maka bisikkan segala sesuatu yang baik. Mulai tanamkan Tauhid (menyembah Allah SWT) dan Muroqobatullah (merasa diawasi oleh Allah SWT)
2 – 7 : Kanak kanak. Perlihatkan yang baik-baik. Tanamkan Tauhid (menyembah Allah SWT) dan Muroqobatullah (merasa diawasi oleh Allah SWT)
7 – 10 : Persiapan menjadi hamba Allah. Ajarkan anak untuk Sholat. Disiplinkan ibadah.
10 – baligh : Persiapan menjadi khalifatullah. Pendidikan untuk ruang berkreasi dan bertanggung jawab.

Jadi kesimpulannya adalah sama pentingnya untuk mempersiapkan anak Akil dan baligh secara bersamaan.. karena jika salah satu ada yang tertinggal maka tidak akan baik untuk masa depannya kelak,, kita akan mendapati seorang anak kecil ditubuh orang dewasa.

#DAY6
#BunsayLevel11
#KuliahBunsaSayangIIP

Senin, 12 Agustus 2019

Peran Ayah Dalam pengasuhan untuk membangkitkan fitrah seksualitas


Dalam Islam seorang anak akan ikut nasab ayahnya. Nasab adalah pertanggungbjawaban yang akan diminta dari seorang ayah. Berhasil atau gagal, seorang ayah akan dimintai pertanggungjawabannya.

Jadi apa yang harus ayah lakukan untuk memaksimalkan perannya sebagai pemimpin keluarga, agar menghasilkan anak yang tumbuh sesuai dengan fitrah seksualitasnya?

1. Kuatkan pondasi keimanan anak sejak dini.
2. Mendidik anak mulai dari aspek aqidah, akhlaq, sosial kemanusiaan dan jasmani
3. Ajarkan anak untuk membaca dan memahami Al-Quran 
4. Menjadi figur ayah sebagai sosok lelaki sejati dan menjadi panutan bagi anak
5. Mendidik anak sesuai gendernya, seperti laki-laki latihlah ia untuk menjadi imam sholat berjamaah, latih sikap kepemimpinan, latih  untuk menjadi seorang yang bijak, latih keterampilan fisik, Dll .

#DAY5
#BunsayLevel11
#KuliahBunsaSayangIIP

Minggu, 11 Agustus 2019

About child

📌 *//MEMBANGUN AKAL ANAK MELALUI BERMAIN//*
Oleh : Umi Yanti Tanjung

Banyak sikap orang tua menghadapi anak bermain, ada yang membiarkan sesukanya anak, ada yang membatasi dan ada pula mensuasanakan bermain anak tetap edukatif, tapi ada juga yang menyediakan game di HP hingga game on line.

Bermain itu adalah kebutuhan anak sejak dia dapat mengindera benda-bennda dan apa saja yang ada di sekelilingnya. Karenanya kita dapatkan banyak sekali jenis mainan anak-anak sesuai dengan jenjang usianya, sesuai dengan tumbuh kembang pola berpikir, pola sikap dan motoriknya.

Permainan edukatif dan nonedukatif banyak tersedia di toko mainan mulai dari harganya yang murah hingga harganya selangit. Di hadapan mainan ini seringkali persoalan tersendiri bagi orang tua, ketika anak ingin dibelikan mainan dan harus dipenuhi kalau tidak anak akan menangis dan tantrum. Kalau orang tua memiliki budget untuk itu mungkin tidak terlalu sulit, tinggal beli urusan jadi beres, anak senang ibupun riang, karena terhindar dari rewelan dan ketegangan.

Sejatinya taman bermain paling indah dan paling produktif bagi tumbuh kembang anak adalah bermain dengan orang tuanya. Sebab banyak hal yang didapatkan saat orang tua terlibat dalam permainan anak. Inilah yang sering dilakukan Rasulullah saw kepada kedua cucunya Hasan dan Husen.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tobroni dari sahabat jabir ia berkata; “saat aku menemui nabi s.a.w dan aku temui beliau sedang berjalan empat kaki (main kuda kudaan), dan diatas punggungnya ada Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain dan Rasulullah pun bersabda; “sebaik baiknya Unta adalah Unta kalian berdua (Rasulullah), dan sebaik baik orang adil adalah kalian berdua.” (al Hadits).

Ketika orang tua melibatkan diri dalam permaian anak maka beberapa hal ini bisa didapatkan sekaligus :

1. Stimulasi Panca indera yang sangat berguna bagi kecerdasan ananda karena setiap indera yang aktif dan dapat bekerjasama lebih banyak maka akan terhubung ke saraf otak anak dan akan saling menghubungkan.

2. Jika benda-benda yang dihadirkan di hadapan anak tadi bersifat kongkrit, dapat diindera langsung maka orang tua akan memberikan informasi terkait dengan benda-benda tersebut. Misalkan permaianan menebak nama-nama anggota tubuh anak. Jika seluruh anggota itu deteil diindera anak dan orang tua memberikan informasi sebanyak yang diindera anak, maka anak memiliki kekayaan informasi untuk disimpan di otak. Disini langkah awal untuk membangun akal anak, mengindera alam semesta, manusia dan kehidupan.

3. Bahasa anak akan berkembang jika bermain dengan orang tua, bahasa adalah alat berpikir, maka terjadilah aktifitas berpikir yaitu memindahkan fakta ke otak melalui panca indera disertai ma’lumah sabiqah, maka terjadilah aktifitas berpikir saat ananda mengikatkan fakta yang dia indera dengan ma’lumah sabiqah.

4. Disini juga akan terjadi bonding, kedekatan secara emosional anak, anak akan merasakan kenyamanan bisa berdampingan dengan orang tua dalam bermain dan merasakan bahagia karena seluruh kebutuhan emosinya terpenuhi. Orang tualah yang membuatnya memiliki keberanian, orang tualah yang memberinya curahan kasih sayang,orang tualah yang mengajarinya mengagungkan Allah swt, orang tualah yang membimbing dia dalam kebenaran.

Nah dari situ kita bisa memahami bahwa melalui bermain bisa membangun akal anak agar pilihan bermainnya dapat menstimulus semua komponen berpikir, menghadirkan fakta, panca indera, otak dan informasi terdahulu.

Seringkali orang tua merasa rugi, karena menemani anak bermain menyita waktu. Betul jika orang tua tidak tahu pentingnya arti bermain dan selalu berorientasi bahwa bermain tidak produktif. Padahal fase bermain anak itu tidak boleh dilewati akan tetapi dioptimalkan untuk membangun akal anak.

Di usia dini anak baru eksplorasi di seputar rumah, maka teman bermain paling asik adalah ayah bundanya. Ketika usia mumayyiz di usia 7 tahun usia eksplorasi anak semakin luas dan teman bermainnya semakin bertambah, teman sebaya adalah teman yang paling asik. Pada usia inilah orang tua harus memastikan teman bermain anak dan lingkungan sekitar rumah agar jangan sampai merusak pribadi Islam anak yang sdh dibangun di usia dini.
Wallaahu a’lam bishshowab

#harike4
#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Kamis, 08 Agustus 2019

Pemahaman Perbedaan Gender

💻 Bismillah..

Kali ini kelas Bunsay berbeda dengan tantangan level-level sebelumnya. Tema yang diusung mengenai fitrah seksualitas. Para peserta berkelompok yang sudah di bentuk dan nantinya akan mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok selama 10 hari. 1 kelompok 1 hari. Waktu disesuaikan sebelum waktu batas meresume atau batas waktu tantangan berakhir perharinya, Media juga bebas.

Materi fitrah seksualitas yang didiskusikan di dalam kelompok, Presentasi sesuai tema yang terlampir perkelompok.

🎯Tujuan utama dari level 11 ini yaitu untuk melatih membuat review terhadap apa yang dipresentasikan, membentuk grup, memecahkan masalah dalam diskusi, dan melatih konsisten tentunya.
*Selamat menjalani Learning by teaching*

RESUME MATERI KELOMPOK 1
kelas Bunsay#4 Jakarta Bogor Banyumas

Tema : PEMAHAMAN PERBEDAAN GENDER

Gender berbeda dengan jenis kelamin. Jenis kelamin bersifat biologis sedangkan Gender lebih mengacu kepada perasaan, sifat, peran, tanggung jawab seseorang terkait jati dirinya sebagai laki2 atau perempuan, yang terbentuk dari lingkungan, adat istiadat dan budaya.

Cara Mengenalkan Gender Pada Anak:
1. Dorong anak bermain dengan semua temannya
2. perkuat Perilaku Tanpa Melabeli Perilaku
3. perkenalkan Beragam Profesi
4. Jadilah Contoh Utama Dan Pertama

PENGENALAN GENDER
1. Dalam kandungan
(penerimaan dari orang tua akan jenis kelamin anak)
2. 0-3 tahun
- anak di dekatkan dengan ibunya
- pengenalan gender melalui permainan, film, dan buku cerita.
3. 3-7 tahun
- anak di dekatkan dengan ibu dan ayah
- pengenalan identitas gender anak
- toilet training dan pengenalan anatomi
4. 7-11 tahun
- anak laki-laki dekat dengan ayah
- anak perempuan dekat dengan ibu
- orangtua menjadi idola
- ajarkan etika meminta izin dan memandang sesuatu.
5. 11-15 tahun
- anak laki-laki dekat dengan ibu
- anak perempuan dekat dengan ayah
- jauhkan anak dari rangsangan seksual
6. >15 tahun
- ajarkan etika seksual
- ajarkan adab menjaga diri
-ajarkan kesiapan berumah tangga.

#harike1
#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Jumat, 14 Juni 2019

Akibat emak marger

Hari ini emak marger berat. Jadi terserahlah... The krucils mau maen apa. Yang penting ga keluar rumah.
Dan....
Tralalalalala... Lala Lala la....
Halaman belakang pun jadi ajang eksplorasi mereka.
Konsekuensi punya anak yang tipe kinestetik, saat mereka tidak di izinkan untuk keluar rumah, ya gini lahhhhh... Apa saja di oprek 😵😵

#day2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative