A. Pengertian Akil
Akil adalah orang yg berakal sehat.
Kenapa?, Sebab jika akalnya tidak waras ia tidak disebut sebagai aqil. Misal, Orang gila tidak terbebani dengan hukum syariat. Selain orang gila, orang yang bodoh (tidak tahu) juga tidak dibebani dengan hukum syariat sebab ketidak tahuannya. Namun orang bodoh berkewajiban belajar untuk mencari tahu.
Umar bin Khattab pernah berpesan : "jika kalian melihat anakmu atau anak didikmu berbuat baik, maka pujilah dan catatlah. Dan apabila anakmu atau anak didikmu berbuat buruk, tegurlah dan jangan pernah engkau mencatatnya".
B. Pengertian Baligh
Baligh merupakan istilah dalam hukum Islam yang menunjukkan seseorang telah mencapai kedewasaan. "Baligh" diambil dari kata bahasa Arab yang secara bahasa memiliki arti "sampai", maksudnya "telah sampainya usia seseorang pada tahap kedewasaan".
Secara hukum Islam, seseorang dapat dikatakan baligh apabila:
mengetahui, memahami, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sertatelah mencapai usia 15 tahun ke atas dan atau sudah mengalami mimpi basah (bagi laki-laki). telah mencapai usia 9 tahun ke atas dan atau sudah mengalami "menstruasi" (bagi perempuan).
Ref : wikipedia
Dan baligh adalah batasan dimana seseorang terkena haddud taklif atau kewajiban menjalankan syariat-syariat agama seperti shalat, puasa Ramadhan, dll
C. Ketika Aqil tertinggal Baligh
Kira kira, Lebih mudah mempersiapkan anak akil atau baligh?
Ibaratnya, jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri, maka secara biologis, dengan kuasa Allah, dia akan mencapai baligh. Namun belum tentu ia akil.
Sehingga fenomena yang saat ini banyak terjadi adalah *Sudah Baligh namun belum Akil.
Dalam kajian parenting Ustadz Salim A.Fillah, kondisi ketika akil tertinggal baligh membuat anak tumbuh menjadi *pribadi yang tidak kokoh*.
Sebagaimana yang telah tertulis dalam QS An Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا Walyakhsyallażīna lau tarakụ min khalfihim żurriyyatan ḍi'āfan khāfụ 'alaihim falyattaqullāha walyaqụlụ qaulan sadīdā
Terjemah Arti: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka *anak-anak yang lemah*, yang mereka *khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka*. Oleh sebab itu hendaklah mereka *bertakwa* kepada Allah dan hendaklah mereka *mengucapkan perkataan yang benar*.
Pentingnya kita mempersiapkan anak anak agar mencapai akil baligh seperti yang diutarakan di ayat tersebut. Ayat ini banhak diulas dalam kaitannya waris. Namun ayat itu juga bermakna betapa tidak cukupnya warisan yang hanya berupa materi/ harta benda.
Pemahaman tauhid menjadi utama sebagai pijakan anak tumbuh menjadi pribadi kokoh.
D. 💐Mempersiapkan Akil Baligh secara bersamaan 💐
peran orang tua adalah sangat penting untuk mempersiapkan Akil baligh secara bersamaan.
Taklif secara bahasa berarti mengharuskan atau membebankan sesuatu yang memberatkan kehendak alami manusia, atau memerintahkan sesuatu dan mengharuskan.
Orang yang mendapat taklif disebut mukallaf. (Ref.Wikipedia)
Dalam kaitannya anak, Ust Salim menyinggung wujud ketakwaan orang tua kepada anak ada empat :
1. Anak sebagai *Nikmat* yang harus disyukuri
2. Anak sebagai *Amanat* yang harus dijaga
3. Anak sebagai *Fitnah/ Ujian* yang harus disabari
4. Anak sebagai *Musuh* yang harus diwaspadai
*Maka, serahkan segala pengasuhan anak kepada Allah Ta’ala sang pemilik segalanya.*
Hal kecil, Ketika anak melakukan kewajiban contoh hapal satu juz, orang tua dengan “gagah”nya berkata “kalau hapal 30 jus, bapak dan ibu akan berangkatkan kamu umroh ya Nak”
Akan lebih baik berkata “Insya allah Abang hapal 30 juz, insya allah diberikan rezeki untuk beribadah ke tanah suci”
Kata kunci nya, memastikan anak kita akil adalah dengan penanaman tauhid dan muroqobatullah.
Seperti pendapat ulama dalam pembagian usia pendidikan anak
0 – 2 : Bayi, peka pada suara. Maka bisikkan segala sesuatu yang baik. Mulai tanamkan Tauhid (menyembah Allah SWT) dan Muroqobatullah (merasa diawasi oleh Allah SWT)
2 – 7 : Kanak kanak. Perlihatkan yang baik-baik. Tanamkan Tauhid (menyembah Allah SWT) dan Muroqobatullah (merasa diawasi oleh Allah SWT)
7 – 10 : Persiapan menjadi hamba Allah. Ajarkan anak untuk Sholat. Disiplinkan ibadah.
10 – baligh : Persiapan menjadi khalifatullah. Pendidikan untuk ruang berkreasi dan bertanggung jawab.
Jadi kesimpulannya adalah sama pentingnya untuk mempersiapkan anak Akil dan baligh secara bersamaan.. karena jika salah satu ada yang tertinggal maka tidak akan baik untuk masa depannya kelak,, kita akan mendapati seorang anak kecil ditubuh orang dewasa.
#DAY6
#BunsayLevel11
#KuliahBunsaSayangIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar